Pages

Jumat, 21 Februari 2014

(TRIP REPORT) KA S8 Rajabasa



Berangkat dari rumah sekitar pukul 20.00 WIB menuju Stasiun Gambir. Sampai Stasiun Gambir langsung menuju pool bus Damri jurusan Tanjung Karang. Bus Damri yang saya tumpangi berangkat tepat pukul 22.00 WIB. Tarif bus sampai Stasiun Tanjung Karang untuk kelas bisnis Rp. 135.000.

Bus Damri, Gambir - Tj Karang PP

Singkat cerita sekitar pukul 07.30 WIB bus sampai di Stasiun Tanjung Karang. Belum sempat mandi, saya langsung check in dan menuju peron. KA S8 Rajabasa sudah menunggu dijalur 4. Saya duduk di K3AC-4 kursi 22E.




Stasiun Tanjung Karang

Kereta diberangkatkan tepat pukul 08.30 WIB. Diawal perjalanan KA Rajabasa okupansi tidak terlalu penuh. Perjalanan kereta pun berjalan dengan lancar, walaupun harus berhenti di beberapa stasiun untuk "menunggu" Babaranjang maupun menaikkan penumpang.




Stasiun sepanjang perjalanan menuju Kotabumi


Tercatat KA S8 Rajabasa melewati di stasiun:
Tanjung Karang    0830
Labuan Ratu         0836 ls x Babaranjang
Rejosari               0850-0853
Tegineneng           0904-0905
Rengas                 0915-0916
Bekri                    0925-0927
Haji Pemanggilan  0936-0938
Sulusuban             0946-0947
Blambang             0956-0957
Kalibalangan        1006 ls
Candi Mas           1020-1026 x Babaranjang
Kotabumi             1034-1046 x KRD Seminung


Stasiun Kotabumi
Sampai Kotabumi kereta semakin penuh, di kereta yg saya naiki sendiri okupansinya 100%, bahkan lebih. Karena disini saya masih menjumpai penumpang tanpa tiket yang bisa naik karena "berdamai" dengan crew KA.

Kursi sebelah saya 22D yang harusnya kosong, karena tadinya itu milik teman saya yang batal ikut dan tiket itu tidak direfund. Karena ada beberapa orang yang tidak dapat duduk maka kursi sebelah saya akhirnya saya tawarkan kepada seorang ibu yang membawa bayi.

Ditengah perjalanan karena perut yang belum diisi dari pagi akhirnya saya membeli nasi goreng seharga Rp. 15.000 dan sorenya beli lagi P*p M*e seharga Rp. 8.000. Kereta pun terus melaju dan berhenti dibeberapa stasiun masih untuk menaikkan penumpang.




Stasiun sepanjang perjalanan menuju Martapura
Tercatat melewati stasiun:
Cempaka                1055-1056
Ketapang                1145-1155
Negara Ratu            1212-1215
Tulungbuyut             1228-1247 x Babaranjang
Negeri Agung          1302-1316 x Babaranjang
Bambangan Umpu   1334-1336
Giham                     1350-1351
Tanjung Rajo           1356 ls
Way Tuba               1406-1408
Way Pisang             1426 ls
Martapura               1436-1443 x KA S7 Rajabasa

KMP KA S7 Rajabasa


KA jarak jauh ini hampir seperti KA lokal. Karena intensitas berhenti yang sangat sering, dan setiap berhenti selalu menaik atau turunkan penumpang. Walaupun saya kurang tahu apakah penumpang tersebut memiliki tiket atau cukup "berdamai".

Semakin sore pemandangan sepanjang jalur semakin epic. Kereta berjalan ditengah perkebunan sawit dimana sepanjang mata memandang yang terhampar hanyalah warna hijau, hijau dan hijau. Dengan background langit warna jingga bersama bulatan matahari yang sudah malas menyinari.

Lepas Martapura KA masih seperti semula, sering berhenti, mungkin untuk mengalah pada KA pengangkut emas hitam. Tercatat KA Rajabasa melewati stasiun:
Gilas                 1515 ls x Babaranjang, menyusul Babaranjang
Sepancar          1537 ls
Baturaja            1549-1559
Tiga Gajah        1605-1611
Blimbing Karya 1646 ls
Metur               1731-1732
Kotabaru          1744 ls
Pagargunung     1748-1751
???                   1800-1826 x Babaranjang, menyusul Babaranjang




Stasiun Baturaja dan Tiga Gajah
KA S8 Rajabasa ini tercatat 2 kali melakukan silang dengan Babaranjang dengan cara yang cukup unik. Jadi KA Rajabasa awalnya berhenti dibelakang Babaranjang. Selanjutnya menunggu silang Babaranjang dari arah berlawanan. Setelah Babaranjang dari arah berlawanan lewat, KA ini mundur sampai percabangan wesel, dan mengambil jalur lainnya untuk menyusul Babaranjang yang tadi berhenti di depan KA Rajabasa.

Hari mulai gelap, tak ada lagi yang bisa dilihat diluar. Mata pun juga semakin berat, gara-gara malamnya susah tidur dikarenakan kedinginan di bus Damri. Akhirnya lepas silang "unik" kedua tersebut mata tak bisa kompromi, terlelap.

Saya terbangun sekitar pukul 20.30 WIB, tak tahu lokasi persis di stasiun mana. Hal ini karena sebagian besar stasiun disini tidak dilengkapi lampu pada plat namenya. Disini KA Rajabasa silang dengan KA S1 Sriwijaya dan KA S3 Sindang Marga. Hampir 1 jam KA Rajabasa berhenti disini, sampai akhirnya pukul 21.26 diberangkatkan kembali.

Tercatat pukul 21.42 WIB KA S8 Rajabasa mengakhiri perjalanannya di Stasiun Kertapati. Dengan kata lain telat hampir 3 1/5 jam dari jadwal yang tertera. Setelah membersihkan diri saya langsung meninggalkan stasiun untuk menuju pusat kota Palembang menggunakan ojek.


Stasiun Kertapati

Disclaimer:
- Penunjukan waktu pada TR berdasar pada jam di handphone saya.
- Untuk singkatan stasiun bila belum paham bisa lihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_stasiun_kereta_api_di_Indonesia#I
- Mohon maaf apabila ada kata-kata penulisan yang kurang berkenan.

2 komentar:

  1. Cerita di palembang sama baliknya kok gak ada gan ??

    BalasHapus
  2. Wah lama juga ya kalo naik kereta dari Lampung ke Palembang 13 jam, kalo naik bus umum berapa jam ya?

    BalasHapus

Popular posts

Iklan