Pages

Selasa, 22 Mei 2012

SEMERU (Kalimati) TRIP (pendaki gadungan), 2 - 4 Januari 2012 Part I

Berawal dari berakhirnya rutinitas magang beserta laporan magang kuliah dan segala tetek bengeknya. Di saat yang tepat itulah adanya ajakan dari seorang teman untuk pergi liburan yg bukan sekedar liburan, yg terinspirasi dari novel 5cm karya Mas Donny Dhirgantoro. Maka Semeru lah yang menjadi tujuan kita pada liburan kali ini.

Persiapan pun dilakukan dari menjaring orang2 yg hendak ikut, pinjem atau sewa alat, minta nasehat ataupun wejangan dari yg berpengalaman, sampe pada kontak sodara yang ada di Tumpang (kebetulan salah satu dari kami punya sodara tinggal di Tumpang). Lalu juga persiapan transportasi (baca: beli tiket kereta), logistik, dan lain lain (kata dosen dll ga boleh disingkat). Dan alhamdulillah semua beres sebelum tanggal keberangkatan, dimana kita bisa berangkat dengan ber delapan orang.

Hari 1, Sabtu 31 Desember 2011
Kami berangkat ber delapan, start dari satu2nya univ negeri yang gedung rektoratnya ada di jakarta :ngakaks pada pukul 09.00 WIB. Di situ kami melakukan re-packing untuk meratakan distribusi beban dari ke delapan tas. Selesai re-packing, sambil nunggu temen yang ngaret, akhirnya tepat pada pukul 12.00 WIB, kami meluncur ke St Pasar Senen.


Setengah jam udah sampe di PSE (Pasar Senen, gaya bahasa ala railfans) langsung makan siang dan KA 114 Matarmaja udah menunggu, so langsung aja naik. Jam 14.05 KA berangkat meninggalkan segala energi negatif yang ada di ibukota tercinta ini. Ada satu hal yang paling berkesan disini yaitu, kita tahun baruan di atas kereta! tadinya mau bawa kembang api, petasan korek, petasan jangwe, atau petasan teko sekalian buat tahun baruan dinyalain dikereta, tapi karena masalah ketertiban niat tersebut harus diurungkan., ngibul deng.. Perjalanan dikereta ditempuh selama sekitar 18 jam. Jadi kereta baru sampe ML (Malang) jam 08.00 WIB keesokan harinya.



Hari 2, Minggu 1 Januari 2012
Udah di Malang nih ceritanya, jam 08.00 WIB turun kereta langsung antri tiket buat pulang, ternyata eh ternyata tiket udah abis sampe tanggal 7 Januari, ga mau lama2 kita di Malang akhirnya nyari calo lah buat tiket pulang dan dapet dengan harga Rp. 82500/tiket.


Setelah itu, karena rombongan kita lumayan banyak buat ke Tumpang kita pilih carter mobil aja, lumayan murah kok satu kali anter cuma Rp. 90000, jadi cuma Rp. 12000an/orang. Sampe Tumpang sekitar jam 09.00 WIB, kita langsung meluncur ke rumah sodara dari teman kita, ini salah satu keuntungan punya sodara.


Lalu pas kita mau ke puskesmas buat bikin surat sehat tiba2 ada orang jeep yang dateng ke rumah katanya jalur pendakian buat besok (tanggal 2 maksudnya) bakal ditutup. Kita kaget plus kurang percaya dong, soalnya kan info2 yg kita dapat dari sini ditutupnya tgl 5 Januari, karena rencana awal kita emang baru mau naik tanggal 2 besok. Orang jeep itu bilang kalo mau naik hari ini aja bareng dia dengan mahar kalo ga salah kmaren Rp.450000 sekali jalan. :bingungs Akhirnya di nego dulu dan bilang kalo kita mau ngurus surat sehat dan perizinan dulu. :)
Sekitar pukul 11.00 WIB ke puskesmas. Jam 12.00 salah satu dari kita ke kantor TNBTS buat registrasi dan nanya tentang kejelasan penutupan jalur pendakian, dan ternyata kata orang TNBTS jalur pendakian tanggal 2 tetep dibuka kok.

Tahu akan hal tersebut langsung lah pada meluncur ke pasar buat beli logistik sekalian nego2 kalo ada truk sayur buat besok, soalnya katanya kalo naik truk bisa lebih murah dari jeep jadilah kita pilih itu. Dan ternyata kita dapet truk sayur, tapiiiiiii dengan harga sekali jalan Rp. 40000/orang (malah lebih mahal, soalnya menurut info kan kalo naik truk paling cuma kena Rp. 25000/orang) :capedes, dan kita berangkat harus jam 02.00 WIB dini hari :capedes. Jadi sisa hari kita gunakan buat packing logistik sama istirahat aja dah..



Hari 3, Senin 2 Januari 2012
Ditengah lelapnya tidur di rumah orang, kita dibangunin (sama temen yg kaga tidur), waktu itu masih pukul 01.00 WIB. Kita ada yg siap2, ada yg periksa barang2, ada yg cuci muka biar ganteng katanya :genits, ada yg tidur lagi. Jam 02.00 WIB truk pun sampe didepan rumah (beneran lho!), so berangkat lah kita menuju Ranu Pani. Kira2 jam 03.00 WIB kita ngopi2 dulu di Jemplang, gelap, ga keliatan apa2, jadi ga bisa cerita apa2. Satu jam kemudian kita tiba di Ranu Pani. Sampe sana langsung gelar matras di depan loket perizinan dan tidur lagi.


Jam 04.30 WIB bangun, sholat subuh, sama muter2 aja sekitaran Ranu Pani. Matahari udah terbit, kita pun sarapan dulu dengan lauk ayam kampung goreng titipan dari sodaranya temen yang di Tumpang :D. Seiring meningginya mentari banyak pula para pendaki yang mulai keluar dari penginapannya (deket mushola, dll), jadilah kita tanya2 tentang jalur pendakian dulu. Karena memang dari kita ber delapan belom ada yang pernah sama sekali ke Semeru.


akhirnya jam 07.15 WIB loket dibuka, langsung registrasi ulang, lalu sebelum berangkat nanya satu pertanyaan bodoh dulu ke mas ranger di pos registrasi, "Jalur nya kemana ya mas??" dengan muka polos. Akhirnya dengan nada hopeless dikasih tau lah jalurnya. Dan tepat di jam 07.30 WIB kita berangkat.


Perjalanan baru 10 menit, lepas dari jalan aspal langsung ketemu tanjakan yg menguras stamina. :capedes Namun setelah tanjakan pertama tersebut jalan terasa lebih bersahabat walaupun vegetasi terasa begitu padat dipinggir jalur pendakian dan terkadang di sebelah kiri jalur adalah jurang yg lumayan, ya pokok nya lumayan deh. Lalu satu jam kemuadian (jam 08.30 WIB) tibalah kita di pos 1. Istirahat bentar lalu berangkat lagi.

Setengah jam kemudian kita sampai di pos 2 (jam 09.10 WIB) (jarak dari pos 1 ke pos 2 tidak begitu jauh), istirahat lagi bentar lalu lanjut lagi. Nah dari pos 2 ke pos 3 jalan lumayan jauh ditambah stamina dari rombongan yang sudah mulai "kena" yg mengakibatkan kita jadi sering instirahat, :nohope: jadi baru 2 jam kemudian (jam 11.30 WIB) kita sampai di pos 3. Istirahat lagi bentar lalu lanjut lagi. Ternyata baru 5 langkah jalan dari pos 3 udah disambut sama tanjakan yg lumayan.


Akhirnya setelah kira2 45 menitan berjalan dari situ terlihatlah sang penghapus peluh, ya Ranu Kumbolo. Namun ternyata masih ada pos 4 kami tiba disini sekitar jam 12.30 WIB. Istirahat bentar sambil foto2, lalu lanjut lagi menuju ke area perkemahan


Sisa hari dihabiskan dengan mendirikan kemah, makan siang & malam, mengeksplorasi kawasan sekitar Ranu Kumbolo, dan tentunya beristirahat.

Selasa, 05 Januari 2010

rekrutmen

Rekrutmen dapat dilakukan dengan cara:
1. menentukan tujuan lembaga pendidikan.
2. menentukan kriteria peserta didik yang akan di rekrut.
3. membuat estimasi(perkiraan) jumlah calon peserta didik secara keseluruhan.
4. menentukan jumlah peserta didik yang ada saat ini (jika sekolah tersebut bukan sekolah baru),
5. penentuan jumlah jumlah peserta didik yang akan diterima dengan memperhatikan kriteria seperti yang dijabarkan diatas.


Sumber rekrutmen:
1. Walk ins dengan cara mencatat calon peserta didik yang tertarik dengan lembaga pendidikan tersebut walaupun calon peserta didik hanya bermaksud untuk melihat-lihat.
2. Internet dengan cara membuat iklan di internet.
3. Advertising; Want ad yaitu dengan cara mengurangi informasi secara lengkap termasuk dengan cara mengurangi informasi Biaya yang harus dikeluarkan, dan blind ad yaitu dengan cara memberikan informasi terbatas.
4. Melalui lembaga pendidikan yang setingkat dibawah atau bukan.
5. Melalui organisasi atau komunitas, melalui komunitas atau organisasi informasi dari mulut ke mulut dapat terlaksana.
6. Open house; dengan cara mempersilahkan para calon


kendala dalam rekrutmen:
1. Kebijakan organisasional, dapat dilihat dari :
* Kenaikan kelas, kelulusan, mutasi.
* Biaya pendidikan
* Penerimaan siswa lokal atau luar kota.
2. Supply and demand.
3. Kondisi lingkungan eksternal dipengaruhi oleh kondisi ekonomis dan persaingan.
4. Persyaratan peserta didik yang diterima yang tidak sepenuhnya dimiliki oleh calon peserta didik.

Quantum Learning

Menurut DePorter dalam pembelajaran Quantum Learning ada 5 ciri. Ciri-ciri tersebut adalah:
1. Learning To Know yang artinya belajar untuk mengetahui
2. Learning To Do yang artinya belajar untuk melakukan
3. Learning To Be yang artinya belajar untuk menjadi dirinya sendiri
4. Learning To Live Together yang artinya belajar untuk kebersamaan

Salah satu cara dalam belajar quantum learning adalah dengan menggunakan peta pikiran. Manfaat peta pikiran adalah belajar menjadi lebih Fleksibel, dapat memusatkan perhatian. Dengan cara balajar seperti ini maka kita dapat melatih kemampuan dari otak kiri dan otak kanan.

Otak kiri:
- Berpikir logis, yaitu mengacu pada urutan.
- Berpikir rasional: harus ada alasan dari setiap tindakan yang kita lakukan.
- Berpikir sekuelsial yaitu mengcau pada urutan yang harus kita lakukan.
- Berpikir Liniear : general / menyeluruh tentang apa yang kita lakukan akan memiliki dampak atau akibat dari setiap tindakan yang kita perbuat,
- berpikir secara Konvergen /terpusat dan fokus,berpikir vertikal (struktural, menganalisis masalah mulai dari yang besar ke hal yang paling kecil).

Otak kanan:
- berpikir secara acak, tidak teratur / insidental
- Intuitif : mengacu pada fakta dan dikaitkan dengan imajinasi
- Holistik / menyeluruh
- Divergen (menyebar)
- lateral ( berpikir lebih kompleks dan mengkaitkannya dengan hal – hal lain )

pembinaan disiplin

Disiplin dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Disiplin preventif adalah upaya agar siswa untuk mengikuti dan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Displin ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perilaku peserta didik untuk menyimpang makanya aturan yang dibuat diberitahukan terlebih dahulu.


2. Disiplin korektiv yaitu pemberian kesempatan kedua apabila seseorang melanggar aturan yang telah ditetapkan
Strategi umum merancang disiplin :
- Menumbuhkan konsep diri siswa sehingga siswa dapat berperilaku disiplin
- Keterampilan komunikasi
- Konsekuensi – konsekuensi logis dan alami
- Klarifikasi nilai ( contoh : nilai kerapihan)
- Analisis transaksional (tahapan yang dilalui dan disepakati bersama)
- Terapi realitas (dimana siswa harus mengalami baru bisa berubah)
- Disiplin yang terintegrasi
- Modifikasi prilaku
- Tantangan bagi disiplin (adanya pemberontakan)

strategi belajar

Strategi sering kita dengar sebagai sebuah cara atau metode yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. dewasa ini berbagai metode baru dalam meningkatkan mutu belajar pesrta didik. Perubahan paradigma lama tentang pendidikan menjadi paradigma baru pendidikan menjadi salah satunya.
Dulu siswa selalu berpatokan pada guru, menerima semua yang guru ajarkan tanpa adanya kreatifitas untuk mencari sumber ilmu yang lain. Akhirnya kegiatan belajar menjadi seperti kegiatan menabung. Sang guru mengisi dan murid menerima. Kegiatan satu arah yang kurang optimal. Sekarang semuanya banyak barubah. Sistem pembelajaran mulai menerapkan konsep student center tidak lagi teacher center. Guru pada konsep paradigma pendidikan baru, sebagai fasilitator murid dalam belajar. Guru dituntut untuk lebih kreatif dalam membangkitkan minat belajar siswa.

Perubahan itu memunculkan strategi belajar baru yang asalnya behavioristik menjadi konstruktivistik. Pada pembelajaran behavioristik, kegiatan belajar dilakukan lebih banyak dengan satu arah seperti yang telah disampaikan diatas. Pengetahuan cenderung bersifat rapi dan seragam, objektif dan pasti, kurang adanya kreativitas dalam belajar. Sedangkan pada strategi belajar konstruktivistik, lebih mengedepankan pemaknaan atas pengetahuan. Pengetahuan yang diberikan cenderung lebih kompleks, rumit, dan beragam, pengetahuan non-objektif dan senantiasa berubah.
Dengan sistem belajar baru yang lebih baik diharapkan output yang dihasilkan akan lebih baik dan lebih berkualitas. Strategi belajar baru lainnya akan diharapkan muncul untuk membantu memperbaiki sistem pendidikan untuj Indonesia.

Minggu, 03 Januari 2010

manajemen kelas

Manajemen Kelas adalah berbagai kegiatan dengan sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Manajemen Kelas juga merupakan suatu upaya-upaya untuk menciptakan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar yang di dalamnya mencakup pengaturan orang (peserta didik) dan fasilitas.

Manajemen kelas juga diciptakan untuk memecahkan masalah yang terjadi pada peserta didik. Masalah yang terjadi pada peserta didik dalam kelas terbagi menjadi dua jenis:
Masalah individu:
• Attention getting behaviors (mencari perhatian)
• Power seeking behaviors (menunjukan kekuatan)
• Revenge seeking behaviors (perilaku menunjukan balas dendam)

Masalah kelompok:
• Kurang menyesuaikan diri
• Semangat kerja yang rendah
• Kelas kurang kohesif
• Kurang adaptif

Untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah diatas maka dari itu dibuatlah pendekatan Manajemen Kelas, diantaranya:
• Otoriter, pendekatan ini dilakukan dengan cara mengawasi dan mengatur. Jadi guru mempunyai peran yang sangat penuh dalam kelas ini.
• Intimidasi, pendekatan ini dilakukan dengan cara menakut-nakuti dan memberikan ancaman (tentunya bukan dalam hal yang negatif) agar peserta didik dapat patuh pada aturan dan menimbulkan kondisi yang kondusif.
• Permisif, dilakukan dengan cara memberikan kebebasan pada peserta didik namun tetap mempunyai aturan. Guru hanya bertugas memantau jalannya proses belajar.
• Resep makanan, pendekatan ini dilakukan dengan melakukan banyak kesepakatan dengan peserta didik. Guru memberi peraturan dan peserta didik mematuhinya.
• Pengajaran terencana, guru benar-benar menyiapkan konsep dan pengajaran yang terencana untuk peserta didik.
• Modifikasi perilaku, dilakukan dengan mengkondisikan perilaku siswa agar proses belajar menjadi kondusif.
• Sistem proses kelompok, dengan cara membuat kelompok – kelompok kerja. Dimaksudkan agar siswa dapat bekerja sama dengan baik.

seleksi, penempatan, dan orientasi

Seleksi
Seleksi adalah serangkaian kegiatan dalam pemutusan apakah pelamar diterima atau tidak. Apakah siswa yang mendaftar diterima masuk sekolah yang dituju seperti yang diharapkan atau tidak. Pada proses seleksi memadukan antara kebutuhan pelamar dan kebutuhan lembaga pendidikan tersebut.

Dalam proses seleksi bukan hal yang mudah untuk menentukan siswa mana yang dapat diterima, karena ada banyak tantangan dalam proses ini. Tantangan tersebut diantaranya:
• Supply, terkait dengan kesediaan calon. Penawaran kuota peserta didik yang akan diterima. Bila peserta yang melamar banyak, bisa jadi baik karena akan lebih banyak pilihan untuk sekolah memilih yang sesuai dengan kriteria. Namun akan ada banyak hal yang harus depersiapkan lebih, yakni SDM, biaya, dan juga waktu.
• Ethis, terkait dengan kesetaraan gender, KKN, sogokan, dan lain-lain. Maka dari itu sekolah atau lembaga pendidikan tersebut dituntut untuk transparan dalam melakukan proses seleksi tersebut. Hal ini juga nantinya yang akan meningkatkan kredibilitas sekolah tersebut.
• Organisasional, berkaitan dengan visi, misi, sarana, materi, dan SDM yang tersedia.

Masuk pada proses seleksi, serangkaian panjang yang harus ditempuh peserta didik dalam proses ini adalah:
• Seleksi administratif, diantaranya pengumpulan ijazah, pengisian formulir, surat-surat yang digunakan sebagai syarat administratif.
• Tes-tes, setelah proses pengumpulan surat-surat sebagai seleksi administratif selanjut adalah tes. Tes yang diadakan dengan alat bantu kriteria yakni psikotes, pengetahuan, ataupun tes performan. Tes ini tergantung dan terkait dengan kriteria peserta didik seperti apa yang ingin dimiliki oleh sekolah tersebut.
• Wawancara, sekolah yang ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang peserta didik yang akan masuk sekolah tersebut kerap melakukan wawancara. Namun, ini biasanya tidak terjadi pada seleksi sekolah negeri, karena terlalu banyak kuota yang diterima sehingga akan memakan banyak waktu dan membutuhkan banyak SDM bila harus melakukan wawancara.
• Pemeriksaan referensi, terdapat dua jenis pemeriksaan refrensi, yakni personel dan perfoman. Pada refrensi personel biasanya yang dicek adalah pekerjaan dari orang tua, taraf ekonomi. Pada refrensi performan dicek seperti prestasi yang telah diraih dan lain-lain.
• Pemeriksaan medis, tes ini bisa diadakan mandiri oleh sekolah atau sekolah hanya menerima hasil dari lembaga medis atas hasil kesehatan peserta didik tersebut.
• Keputusan penerimaan, pengumuman penerimaan mencakup media yang digunakan dalam mengumumkan siapa saja yang diterima atau bisa juga mengumumkan juga siapa saja yang ditolak disekolah tersebut. Media yang digunakan bisa papan pengumuman di sekolah yang bersabgkutan, koran/surat kabar, atau internet.

Penempatan
Setelah melakukan seleksi maka tahapan selanjutnya adalah penempatan bagi peserta didik yang diterima de sekolah tersebut. Ada beberapa dasar penempatan peserta didik, diantaranya:
• Acak / Heterogen, penempatan bisa acak saja tidak ada kriteria khusus pengelompokan.
• Homogen, penempatan sejenis. Penempatan ini bisa berdasarkan jenis kelamin, peringkat prestasi, dan lain-lain.
• Jadwal belajar, bisa juga berdasarkan waktu belajar.
• Dan lain-lain.

Orientasi
Orientasi bertujuan mengenalkan siswa terhadap lingkungan sekolahnya dengan memberikan materi-materi tentang sejarah sekolah, hak dan kewajiban, fasilitas, personalia, tata krama. Yang biasanya diadakan sebelum kegiatan belajar mengajar.

Rabu, 18 November 2009

Konsep Dasar MPD

Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan segala sumber daya organisasi secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi.

Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur (formal, informal, non formal), jenjang (dasar, menengah, tinggi), dan jenis pendidikan (umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, khusus) tertentu.

Jadi manajemen peserta didik adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri melalui proses pembelajaran yang telah tersedia.


Fungsi Manajemen Peserta Didik terbagi menjadi 2, yaitu

1. Fungsi manajerial, yaitu:

  • Planning

- Pemilihan dan penetapan tujuan

- Penentuan: Strategi, kebijakan, program, prosedur, metode, sistem, anggaran, standar yang dibutuhkan


  • Organization

- Penentuan sumber daya dan kegiatan untuk mencapai tujuan

- Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau tim kerja

- Penugasan tanggung jawab tertentu

- Pemberian kewenangan


  • Actuating

- Membuat orang mau bekerja

- Komunikasi

- Motivasi

- Disiplin


  • Controling

- Penetapan standar

- Penentuan ukuran kinerja

- Pengukuran hasil pelaksanaan dibandingkan dengan standar

- Pengambilan tindakan koreksi bila ada penyimpangan


2. Fungsi operasional, yaitu:

  • Rekrutmen,

  • Seleksi,

  • Penempatan,

  • Orientasi,

  • Pengembangan,

  • BK,

  • Layanan tambahan,

  • Pemberhentian,

  • Sistem informasi kesiswaan

Popular posts

Iklan